Sunday, 3 March 2013

Dukun Dari Masa Ke Masa

Merujuk ke beberapa Kamus Bahasa, ada pengertian dukun yang kita maksud, yaitu orang yang mengobati, menolong orang sakit, memberi jampi-jampi (mantra, guna-guna, dan sebgainya). (Lihat Kamus Besar Bahasa Indonesia: 362). Dukun adalah orang yang mengabarkan hal-hal yang akan terjadi di masa depan, ia mengaku mengetahui rahasia-rahasia atau hal-hal yang ghoib. (Kitab at-Ta‘rifat: 183). Dukun adalah orang yang memberi kabar kepada kita tentang hal-hal di sekitar kita yang berkaitan dengan masa depan, ia mengaku bahwa dirinya mengetahui rahasia-rahasia ghoib. (Kamus Lisanul Arab: 309-310). Dukun Sepanjang Masa 1. Dukun di Era Nabi Musa ‘‘Alaihis Salam Raja Fir‘aun telah menjadikan jasa dukun sebagai kekuatan untuk melindungi kekuasaan dari setiap gerakan yang mengancamnya. Dalam Kitab Tafsir Ibnu Katsir disebutkan, untuk menghadapi kekuatan Nabi Musa ‘Alaihis Salam, ia mengerahkan 80.000 dukun piaraannya. Meskipun begitu, ia tidak bisa menandingi mukjizat Nabi Musa ‘Alaihis Salam. 2. Dukun di Era Nabi Yusuf ‘‘Alaihis Salam Ketika Raja yang berkuasa di era Nabi Yusuf ‘Alaihis Salam bermimpi tentang 7 ekor sapi gemuk dimakan 7 ekor sapi kurus. Pagi harinza para dukun dan peramal kerajaan dikumpulkan untuk ditanya tentang arti mimpi sang Raja. Tapi ternyata mereka tidak tahu tafsirnya. Yang tahu malah Nabi Yusuf ‘Alaihis Salam. (Lihat Tafsir Ibnu Katsir: 2/ 481). 3. Dukun di Era Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam Imam al-Khottobi rahimahullah berkata, “Praktik perdukunan merajalela dan menjamur di masa Jahiliyyah –khususnya bangsa Arab- karena terputusnya risalah kenabian di zaman mereka.“ (Kitab Fathul Bari: 10/ 217). 4. Dukun di Era Millenium Di era Millenium ini (era modern), jumlah dukun masih banyak, bahkan makin canggih. Tampilan mereka lebih trendi. Tidak hanya menggunakan kemenyan dalam praktiknya, tekhnologi terkini juga mereka manfaatkan. Maraknya dukun di era ini bukan karena terputusnya wahyu, tapi karena jauhnya masyarakat dari ajaran wahyu (al-Qur‘an dan as-Sunnah). Tiga Ragam Jenis Dukun 1. Dukun Hitam Dukun yang menawarkan diri ke masyarakat jasa yang destruktif dan membahayakan. Menyakiti orang, menyerang lawan, bahkan membunuh. Seperti praktik santet (teluh), pelet (guna-guna), atau yang sering disebut dengan sihir. 2. Dukun Putih Dukun ini menawarkan jasa yang ‘bermanfaat‘ bagi masyarakat. Meramal, mencari barang atau orang hilang, mengobati penyakit dan yang sejenisnya. Namun cara menolong yang mereka pakai tidak sesuai syari‘at, bahkan beretentangan. 3. Dukun Abu-Abu Dukun yang menawarkan jasa apa saja. Baginya, yang penting order lancar, dapur ngebul, dikenal banyak orang dan didatangi banyak pasien. Terkadang destruktif, terkadang ‘konstruktif‘. Jasa yang dijual sesuai permintaan. Mereka tak segan-segan untuk mencelakakan pasien, bahkan membunuhnya. Jauhi praktik Perdukunan, mari kita kembali ke solusi Islam. Wallahu a‘lam. Sumber : hasanalbanna.com/undergroundtauhid.com

No comments:

©