Wednesday, 5 December 2012

Enam Ekor Lembu yang Pandai Bicara

SUATU hari, Sultan Harun al-Rasyid memanggil Abu Nawas buwat menghadap ke Istana. Kali ini Sultan ingin menguji kecerdikan Abu Nawas. Sesampainya di hadapan Sultan, Abu Nawas pun menyembah, kemuadian Sultan bertitah, “Hai, Abu Nawas, aku menginginkan enam ekor lembu berjenggot yang pandai bicara, bisakah engkau mendatangkan mereka dalam waktu seminggu? Kalau gagal, akan aku penggal lehermu.”
“Baiklah, tuanku Syah Alam, hamba junjung tinggi titah tuanku.” Ujar Abu Nawas
Semua punggawa istana yang hadir pada saat itu, berkata dalam hati, “Mampuslah kau Abu Nawas!”
Abu Nawas kemudian memohon diri dan pulang ke rumah. Begitu sampai di rumah, ia duduk berdiam diri merenungkan keinginan Sultan (galau kali ya hehehe). Berhari-hari Abu Nawas nggak keluar rumah, ampe tetangga-teangganya heran (jangan heran, mungkin lagi proses pemutihan hehehe). Ia baru keluar rumah persis setelah seminggu kemudian, yaitu batas waktu yang diberikan Sultan kepadanya.
Abu Nawas pun segera menuju kerumunan orang banyak, ia berkata, “Hai orang-orang muda, hari ini hari apa? Kalo kalian jawab pertanyaan ane dengan benar kalian akan dilepaskan, kalo jawaban kalian salah kalian akan saya tahan.”
Dan ternyata, nggak ada seorangpun yang bisa ngasih jawaban dengan benar. Hal ini membuat Abu Nawas marah-marah kepada mereka,
“Begitu saja kok anggak bisa jawab. Kalau begitu, mari kita menghadap Sultan Harun Al-Rasyid, untuk mencari tahu kebenaran yang sesungguhnya.”
Keesokan harinya, balairung istana Baghdad dipenuhi warga masyarakat yang ingin tahu kesanggupan Abu Nawas mambawa enam ekor Lembu berjenggot.
Sampai dihadapan Sultan Harun Al-Rasyid, Abu Nawas pun menghaturkan sembah dan duduk dengan khidmat. Lalu, Sultan berkata, “Hai Abu Nawas, mana lembu berjenggot yang pandai bicara itu?”
Tanpa banyak bicara, Abu Nawas pun menunjuk keenam orang yang dibawanya itu, “Inilah mereka, tuanku Syah Alam.”
“Hai, Abu Nawas, apa yang kau tunjukkan kepadaku itu?”
“Ya, tuanku Syah Alam, tanyalah pada mereka hari apa sekarang,” jawab Abu Nawas.
Ketika Sultan bertanya, ternyata orang-orang itu memberikan jawaban berbeda-beda. Maka berujarlah Abu Nawas,
“Jika mereka manusia, tentunya tau hari ini hari apa. Apalagi kalo tuanku menanyakan hari yang lain, akan tambah pusinglah mereka. Manusia atau hewan kah mereka ini? “Inilah lembu berjenggot yang pandai bicara itu, Tuanku.”
Sultan heran melihat Abu Nawas yang pandai melepaskan diri dari ancaman hukuman. Atas janjinya, akhirnya Sultan pun memberikan hadiah 5.000 dinar kepada Abu Nawas.

No comments:

©