Wednesday, 5 December 2012

Binatang itu lebih Sensitif Dibanding Manusia

MASIH INGET KAN ama tanggal ini ‘26 Desember 2004’?
Yup, 26 Desember 2004 udah jadi sejarah bencana alam yang nggak mungkin dapat dilupakan di kolong langit ini. Gimana nggak, hari itu gempa bumi dan tsunami meluluhlantakan Aceh, Srilanka, India Selatan dan Thailand.
Kita dah sama-sama ngeliat dahsyatnya terjangan Tsunami tersebut. salah satunya  dari catatan korban jiwa yang tewas sejumlah 310.00 jiwa! WOW This has been the biggest victim of disaster in the world!
Nah yang bikin penasaran dan unik, jumlah binatang yang tewas relatif lebih sedikit. Bahkan bisa dikatakan kalo dampak Tsunami pada margasatwa sangat terbatas banget. Kok bisa yak?
Dengan keadaan seperti itu, timbullah spekulasi kalo binatang itu mempunyai kepekaan yang tinggi terhadap bahaya yang akan terjadi. Ini nggak asal spekulasi lho, kenapa? Karena spekulasi ini dikuatkan oleh beberapa fakta yang terjadi beberapa jam sebelum terjadinya bencana Tsunami. Perilaku aneh beberapa binatang sebelum bencana tsunami telah diamati di Srilangka, sekitar 1 jam sebelum bencana tsunami terjadi, orang-orang di Taman Nasional Yala mengamati 3 ekor gajah berlarian menjauh dari pantai Patanangala menuju perbukitan. Selain itu banyak kelelawar yang secara fantastis berterbangan di sebelah selatan kota Dickwella, Srilangka. Dan juga diamati 2 ekor anjing yang nggak mau diajak buwat mendekati pantai di dekat Galle, padahal setiap harinya anjing-anjing itu berada di sekitar tempat itu.
Kejadian aneh serupa terjadi juga di Thailand. Beberapa ekor gajah yang sedang membawa wisatawan berlari menuju bukit, untuk menyelamatkan penunggangnya sebelum bencana Tsunami menghancurkan dinding air di Phuket, Thailand.
Di India juga, sebuah cagar alam pantai menemukan sejumlah Flamingo beterbangan menuju hutan yang lebih aman dari cagar alam tersebut sebelum bencana Tsunami datang. Pada saat tsunami melanda Srilangka, sekitar ratusan gajah, macan tutul, harimau, babi hutan, rusa, kerbau air, kera dan mamalia yang lebih kecil serta sejenis reptilia telah melarikan diri dengan selamat menuju ke dataran yang lebih tinggi.
Keseimpulannya, kepekaaan dan naluri binatang terhadap respon akan timbulnya bahaya yang nggak dimiliki oleh manusia ini, bisa digunakan sebagai alat buwat peringatan pertama terhadap bencana alam dan bisa digunakan buwat meningkatkan kewaspadaan manusia sehingga bisa mengurangi jumlah korban jiwa manusia.
Kenapa ya binatang lebih peka terhadap bencana di bandigkan manusia?
Kenapa? Karena binatang memiliki panca indera yang super sensitif terhadap suara, temperatur, sentuhan, getaran, aktivitas elektrostatis dan kimia serta medan magnet dan medan listrik. Sensitivitas ini menjadikan mereka bisa mengetahui lebih awal beberapa jam sebelum akan ancaman bencana alam. Dan sensitivitas ini tidak dimiliki oleh manusia.
Gempa menimbulkan getaran yang berubah-ubah pada tanah dan air sedangkan angin badai menyebabkan perubahan elektromagnetik di atmosfer. Nah beberapa binatang memiliki indera pendegaran dan penciuman yang sangat sensitiv yang membuat mereka bisa menentukan lebih dahulu sesuatu yang akan datang dihadapannya dibanding manusia.
Riset-riset dibidang komunikasi akustik dan seismik telah menunjukkan bahwa beberapa jenis ikan sensitif banget terhadap getaran frekuensi rendah dan mendeteksi gempa jauh sebelum manusia merasakannya. Disamping itu gajah juga bisa merasakan getaran-getaran yang dibangkitkan dari gempa bumi yang menyebabkan Tsunami.
Beberapa jenis binatang lain bisa memastikan adanya Tsunami yang akan datang dari saat gempa yang meletus di bawah dasar laut. Spesies burung, anjing, gajah, harimau dan binatang lainnya bisa mendeteksi frekuensi infrasonic antara 1-3 Hz dibandingkan manusia yang hanya sampai pada frekuensi 100-200 Hz, dari sana bisa disimpulkan kalo binatang lebih memiliki sensitivitas pada gelombang suara berfrekuensi rendah dimana manusia nggak bisa mendengarnya. Subhanallah.
Ada juga teori alternatif yang telah mendapatkan persetujuan dari banyak pakar baru-baru ini. Teori ini berkaitan dengan kepekaan binatang pada bencana alam. Mau tau kan teorinya?? Yuk lanjut baca!!
  1. Teori ini menyatakan bahwa binatang bisa merasakan perubahan pada medan magnet yang terjadi di dekat pusat gempa. Misalnya aja burung dara, kura-kura dan lebah
  2. Spesies ikan dikenal sebagai spesies yang sangat sensitif pada variasi perubahan muatan listrik di dalam air yang kadang-kadang merupakan isyarat permulaan terjadinya gempa bumi
  3. Organisme di tanah bisa merespon perubahan polaritas dan konsentrasi ion atmosfir atau muatan partikel, sehingga hal ini bisa menyebabkan binatang tersebut bisa mendeteksi efek ionisasi udara dari gas radon yang kadang-kadang dikeluarkan dari bumi sebelum gempa bumi terjadi
  4. Efek piezoelektrik juga telah menunjukkan bahwa perubahan tekanan yang dikerjakan pada kristal sejenis kwarsa, menghasilkan muatan listrik pada permukaan kristal. Hal ini dipercaya bisa membangkitkan energi listrik yang cukup untuk membuat terbang ion-ion sebelum, selama dan setelah gempa bumi, sehingga binatang bisa mengantisipasi gempa bumi lebih banyak melalui kepekaannya terhadap gemuruh angin. Amazing banget ya?
Tapi  sayang nya, bahkan sangat disayangkan, temen-temen juga pada nyadar kan kalo di Indonesia di manapun daerahnya, perilaku binatang seperti itu selaluuu aja dikaitin ama kepercayaan mistik atawa klenik. Misalnya aja, ada gajah lari, pikiran kita malah tuh gajah lagi dikejar setan atawa kesurupan, atawa dianggap siluman de el el. Haddooohh ampun dah. Padahal sama sekali nggak ada hubungannya! Allah SWT. udah menganugerahkan kemampuan yang lebih kepada para binatang seperti halnya Allah SWT. menganugerahkan kemampuan kepada kita yang nggak dimiliki ama binatang. Jadi apa hubungannya ama mistik?

No comments:

©