Tuesday, 27 November 2012

Politisi Muslim India Kecewa Alami Diskriminasi karena Alasan Agama


SEORANG politisi Muslim terkemuka India menuduh partai Kongres melakukan diskriminasi atas keyakinannya.
“Untuk pertama kalinya dalam sejarah partai Kongres, saya merasa seolah-olah dilahirkan sebagai seorang Muslim adalah sebuah kejahatan,” kata Aslam Sher Khan mengatakan kepada The Times of India pada hari Senin 26 November kemarin.
“Ada pembagian yang jelas dalam partai di mana ada kelompok istimewa yang termasuk tokoh feodal dan industrialis di satu sisi dan Muslim, Dalit, suku-suku, di sisi lain.
“Kelas istimewa akan memimpin sementara kita yang dianggap kelas kedua akan tertinggal,” ujarnya.
Khan, seorang anggota parlemen dan mantan kepala Asosiasi Olimpiade India, berpendapat bahwa para pemimpin puncak partai dari Madhya Pradesh, negara bagian kedua terbesar di India, mencoba meminggirkan dia terkait atas keimanan Islam yang diyakininya.
Keluhan itu disampaikannya setelah pemimpin pusat partai menolak untuk membawanya bersama untuk memenuhi panggilan Sonia Gandhi, presiden All India Congress Committee (AICC), setelah pertemuan komite koordinasi.
“Saya pemimpin paling senior muslim dari partai Kongres di Madhya Pradesh,” kata Khan.
“Saya telah berjuang di partai Kongres selama 32 tahun dan diberi tiket untuk maju dalam pemilu di Lok Sabha oleh komando tinggi partai yang dipimpin oleh Indira Gandhi, Sanjay Gandhi, Rajeev Gandhi hingga ke PV Narasimha Rao.”
Menurut Khan, semua anggota komite koordinasi dipanggil untuk mengadakan pertemuan membahas perbedaan-perbedaan dalam Kongres Komite Madhya Pradesh (MPCC) sebelum pemilihan umum 2013 melawan partai berkuasa Bharatiya Janata Party (BJP).
“Ini adalah sesuatu yang banyak dicari orang setelah pertemuan dan kami diberitahu bahwa presiden partai akan hadir,” kata Khan, yang telah terpilih untuk Lok sabha dari konstituen Betul pada tahun 1984 dan 1991.
“Tapi BK Hariprasad mengatakan bahwa Sonia Gandhi sedang sibuk dan delegasi dari enam sampai tujuh orang akan pergi ke kediamannya pada 10 Januari mendatang. Kami dibuat untuk menunggu satu jam setengah di markas partai dan kemudian diminta untuk menandatangani selembar kertas,” katanya.
“Orang-orang istimewa pergi ke depan untuk mendapatkan pengarahan dari presiden partai dan bahkan tidak kembali untuk memberitahu kami apa yang dikatakan.”
Politisi Muslim itu kecewa dan menuduh Partai Kongres meninggalkan minoritas etnis India.
“Mereka meninggalkan orang-orang yang mewakili minoritas, kaum Dalit, muslim dan wanita dari pertemuan dengan presiden partai,” kata Khan.
“Kami mewakili masyarakat yang merupakan tulang punggung dari partai Kongres dan belum ada tempat bagi kami.”
Ada sekitar 140 juta Muslim di India yang berpenduduk mayoritas Hindu dan mereka telah lama mengeluhkan adanya didiskriminasi dalam segala bidang kehidupan.(fq/oi)

No comments:

©