Tuesday, 27 November 2012

PM Turki Kecam Serial TV Populer yang Nodai Sejarah Kekhilafahan Utsmani


PERDANA Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan murka, pasalnya sebuah serial TV sejarah Turki tentang emperium Ottoman atau Utsmani telah terdistorsi dalam serial Tv tersebut, seperti dilaporkan oleh kantor berita pada Senin kemarin (26/11).
Film serial TV berjudul “The Magnificent Century” menceritakan kronik kehidupan sultan Suleiman yang perkasa, yang memerintah kekhilafahan Ustmani pada masa-masa keemasan dan telah mendapatkan popularitas di Dunia Arab. Namun menurut Erdogan, serial ini justru telah mencoreng citra abad ke-16 masa keemasan kekhilafahan Utsmani yang dipimpin oleh Sultan Suleiman, menurut laporan Anadolu Agency mengutip pernyataan Erdogan.
“Ini bukan gambaran sebenarnya tentang nenek moyang yang ditampilkan dalam serial TV,” ujarnya saat peresmian bandara di Provinsi Kutahya, 190 km sebelah barat dari ibukota Ankara.
Dalam serial TV tersebut, banyak adegan yang sangat menyinggung umat Islam, di mana diperlihatkan sultan muda yang memiliki banyak harem dan sering minum khamar. Penggambaran ini sangat bertentangan dengan posisi sultan pada waktu itu yang selain menjadi pemimpin negara juga memiliki otoritas keagamaan.
“Kita hidup di dunia berpenduduk tujuh miliar jiwa dan kita tahu peran kita. Kita pergi ke setiap tempat dan nenek moyang kita memperlihatkan peran mereka, dan kita peduli akan masalah itu, “tambahnya.
Selama masa pemerintahan sultan Suleiman, Kekhilafahan Utsmani mencapai puncaknya, ujarnya. “Dia menghabiskan 30 tahun hidupnya di atas kuda, melakukan pertempuran dan menaklukkan banyak kota.”
Perdana menteri Turki Erdogan mengatakan dia akan membawa masalah serial Tv ini ke ranah hukum untuk menyeret direksi serial drama TV Turki tersebut.
Dikenal sebagai “Pemberi Hukum” di kalangan rakyat Turki, sultan Suleiman dianggap sebagai karakter yang suci, yang pemerintahannya dari tahun 1520-1566 menandai puncak militer kekhilafhan Utsmani, kekuasaan politik dan ekonomi, yang membentang dari Budapest hingga ke Mekkah, dari Aljir hingga ke Baghdad.(fq/aby)

No comments:

©