Wednesday, 7 November 2012

Belajar Eksitensilah Pada Muslim Inggris

DI INGGRIS, Muslim masih menjadi minoritas. Namun pelan tapi pasti, eksistensi mereka di negara Tiga Singa ini begitu kokoh, berkembang pesat, dan terus berkembang pesat. Bahkan seorang uskup di Inggris mengatakan kepada kaum Kristen di negaranya untuk belajar masalah eksistensi terhadap orang Islam. Adalah usukup Nick Baines yang mengatakan hal itu. Ia adalah uskup dari Bradford, Inggris. “Kami sering bertanya kepada umat Islam untuk mempelajari apa artinya menjadi seorang Muslim sebagai budaya minoritas,” kata Baines. Inggris adalah rumah bagi minoritas Muslim yang cukup besar hampir 2 juta orang. Di antara Muslim-muslim di berbagai negara di Eropa, dan dibandingkan dengan umat beragama lainnya, Muslim di Inggris adalah komunitas yang paling dalam berintegrasi dengan masyarakat sekitar secara umum. Dalam satu dekade terakhir ini misalnya, Inggris memimpin pertumbuhan pesat kaum Muslim di Eropa. Dari sensus penduduk yang dilakukan sejak 2001, jumlah Muslim di negara Ratu Elizabeth ini meningkat sekitar 74 persen. Suatu jumlah yang fantastis tentunya, mengingat 2001 adalah kali pertama didengungkan sloga Islam sebagai teroris buah dari peristiwa pemboman dua menara kembar di New York, Amerika. Dilansir dari telegraph.co.uk,The Pew Forum on Religion and Public Life memperkirakan hingga saat ini ada sekitar 2.869.000 muslim di Inggris atau 4,6 persen dari total populasi. Angka ini melonjak jauh dari sensus 2001 yang hanya mencatat ada1.647.000 pemeluk Islam di negeri itu. Namun, jumlah itu jika dibandingkan dengan Muslim di seluruh dataran Eropa masihlah relatif kecil. Bahkan Inggris berada di posisi ketiga setelah Jerman yang mencatat ada 4.119.000 Muslim (5 persen). Disusul Prancis yang mempunyai 3.574.000 penduduk Muslim. Namun perkembangan Islam di dua negara itu tidak sepesat di Inggris. Pertumbuhan umat muslim ini, menurut survei UK Labour Force karena tingkat kelahiran dan jumlah migrasi warga Muslim Inggris yang sangat besar ke berbagai daerah di Eropa. Hal ini juga dicermati survei surat kabar The Times di Inggris yang dilakukan oleh Labor Force Survey, populasi penduduk muslim di Inggris meningkat sebanyak 500 ribu dalam jangka waktu empat tahun terakhir. Pertumbuhan muslim pada periode 2004-2008 itu, menurut data dari kantor statistik Inggris, adalah 10 kali lipat jika dibandingkan dengan agama-agama lain. Islam sendiri telah ada di Inggris sejak pembentukan negara ini pada tahun 1707, meskipun secara hukum tidak diakui sampai UU Trinitarian pada tahun 1812. Meningkatnya jumlah Muslim di Inggris telah juga diiringi dengan banyaknya pembangungan lebih dari 1.500 masjid dengan mayoritas masjid Sunni. Namun selain Sunni, Syiah—yang celakanya dianggap sebagai salah satu bagian dari Islam—juga cukup banyak di Inggris. Mayoritas Muslim Inggris berasal dari Pakistan dan Bangladesh, kemudian Gujarat, sedikit orang Arab, dan entitas Turki dan Somalia. Ada sejumlah organisasi Islam di Inggris, termasuk; Forum Muslim Inggris, Asosiasi Muslim Inggris, Asosiasi Muslim Inggris Ahmadiyah, Islamic Society of Britain, Dewan Muslim Inggris, Misi Islam Inggris (UKIM), Dewan Muslim Sufi, Imam Masjid & Dewan Penasehat Nasional, Minhaj-ul-Quran Inggris, Muslim Public Komite Urusan Inggris, Parlemen Muslim Inggris Raya dan Pendidikan Muslim Terpercaya. Sebuah survei tahun 2009 sikap Muslim Inggris masih sangat konservatif terhadap isyu-isyu yang memang sensitif dalam Islam homoseksualitas dan hukuman mati. 
Sebagian besar Muslim di Inggris tinggal di Inggris dan Wales: dari 1.591.000 Muslim yang tercatat pada sensus tahun 2001, sebanyak 1.536.015 tinggal di Inggris dan Wales, di mana mereka membentuk 3% dari populasi pada tahun 2001; sebanyak 42.557 tinggal di Skotlandia, membentuk 0,84% populasi; dan sebanyak 1.943 tinggal di Irlandia Utara. (sa/onislam/republika/Wikipedia)

No comments:

©