Sunday, 21 October 2012

Umar Pun Pernah Mengubur Anak Perempuannya Hidup-Hidup



Sebelum Datangnya Islam
Pada zaman sebelum datangnya Islam, nasib kaum perempuan sangat tertindas. Sebagaimana terjadi dijazirah Arab, banyak negeri memberlakukan peraturan yang merendahkan harkat dan martabat perempuan.
Aristoteles, ahli filsafat terkemuka dunia memilki pendapat yang agak nyeleneh mengenai perempuan. Dia menyatakan bahwa perempuan adalah laki-laki yang belum lengkap. Perempuan digambarkan sebagai bagian yang lebih rendah daripada laki-laki. Sehingga, muncullah kesenjangan antara laki-laki dan perempuan.
Di masa Yunani kuno, perempuan layaknya barang yang bisa diperjualkan dengan mudah. perempuan di sana tidak memilki hak untuk mewariskan. Dalam masyarakat itu, perempuan direndahkan. Sampai-sampai, mereka menggangap perempuan sebagai najis. Wanita ketika itu diperbudak dan diperjualbelikan tanpa memilki kehendak sendiri. Bahkan, dalam urusan pernikahan, mereka tidak memiki hak pilih. Tidak hanya itu, perempuan dibunuh dan dianiaya merupakan hal yang biasa.
Lebih mengerikan lagi pada zaman Arab jahiliyah, orang-orang mengganggap bahwa memiliki anak perempuan adalah aib sehingga pada akhirnya mereka mengubur hidup-hidup anak perempuannya. Umar bin Khattab adalah salah seorang yang pernah mengubur anak perempuannya hidup-hidup.
Ketika mempunyai anak perempuan itu, istrinya tidak memberitahunya. Setiap hari anak itu didandani seperti laki-laki sedemikian rupa. Sehingga suatu waktu, Umar mengajaknya untuk berburu. Di tengah perburuan, anaknya ingin pipis. Ketika mengetahui anaknya itu perempuan, Umar sangat malu dan murka. Seketika itu juga, dikuburnya anaknya itu hidup-hidup. Ketika Umar sudah memeluk Islam, itulah satu-satunya peristiwa yang terus menggelayuti dan terus membuatnya menangis.
Allah ta’ala berfirman:
“Dan apabila seseorang dari mereka diberi kabar dengan (kelahiran) anak perempuan, hitamlah (merah padamlah) mukanya, dan dia sangat marah . Ia menyembunyikan dirinya dari orang banyak, disebabkan buruknya berita yang disampaikan kepadanya. Apakah dia akan memeliharanya dengan menanggung kehinaan ataukah akan menguburkannya ke dalam tanah (hidup-hidup) ?. Ketahuilah, alangkah buruknya apa yang mereka tetapkan itu.”
Nah, inilah sedikitnya gambaran keadaan perempuan beberapa belahan bumi. Mereka direndahkan, dianiaya, dizalimi, dan diskriminasi.
Ketika Islam Datang
Islam pun datang untuk memuliakan perempuan. Islam membebaskan mereka dari kebenggeluan, kehinaan yang tidak melupakan kondratnya sebagai perempuan. Di antara kemuliaan islam terhadap perempuan :
- Kesamaan derajat asal antara laki-lakidan perempuan
- Kesamaan dalam hak hidup
- Kesamaan hak milik dan membelanjakan hartanya.
- perempuan punya hak untuk memutuskan tali perkawinan.
- Perempuan berhak menentukan dengan siapa dia menikah.
- Kesamaan dalam pahala beramal.
Datangnya islam sangat  memperlihatkan keterbukaan terhadap kaum perempuan, membebaskan kaum perempuan dari belenggu dan penghinaan dengan tetap memperhatikan kodratnya sebagai perempuan.  (fitri/berbagaisumber)

1 comment:

Thibbun Nabawi said...

Kisah Umar mengubur anaknya hidup-hidup itu adalah cerita yang bathil, mohon direvisi untuk lengkapnya baca di sini http://www.thibbunnabawy.com/umar-bin-khattab-mengubur-anaknya/

©