Tuesday, 23 October 2012

Umar Mita; Pelopor Terjemahan Al-Quran Di Jepang


islampos.com— APA yang kita tahu tentang Jepang? Sakura dan mayoritas warganya yang beragama Budha. Lalu bagaimana dengan perkembangan Islam disana?
Umar Mita, siapakah beliau? Umar mita adalah nama yang paling menonjol dalam sejarah Islam di Jepang. Beliau adalah tokoh kebanggaan Muslim Jepang.
Islam datang ke daratan Cina berabad-abad sebelum datang ke India dan Indonesia. Namun penyebaran Islam kemudian diblokir oleh kolonisasi Spanyol dari Filipina pada abad ke-15. Menjelmalah Jepang menjadi negara Buddhis.
Meskipun ada beberapa Muslim pada jaman dulu, kaum Muslim pertama yang berkunjung di era terakhir Jepang adalah Melayu, yang bertugas di atas kapal Inggris dan Belanda pada akhir abad 19.
Pada tahun 1890, Turki Ottoman mengirimkan sebuah kapal angkatan laut ke Jepang untuk tujuan membangun hubungan diplomatik antara kedua negara.
Kapal ini dinamai “Ertughrul”, namun sayangnya kapal ini terbalik saat badai dan 540 dari mereka tenggelam.
Orang Jepang pertama yang pergi haji adalah Kotaro Yamaoka. Ia memeluk Islam setelah berhubungan dengan penulis kelahiran Rusia, Abdur Rashid Ibrahim, di Bombay pada 1909.
Setelah masuk Islam, dia mengganti nama menjadi Omar Yamaoka. Omar mendapat izin dari Abdul Hamid II untuk membangun sebuah masjid di Tokyo. Persetujuan tersebut diberikan dan masjid selesai pada 1938.
Selama invasi Jepang terhadap China dan Asia Tenggara, banyak muslim Jepang kembali ke Jepang dan mendirikan organisasi Muslim pertama Jepang, Japan Muslim Association pada tahun 1953 di bawah Sadiq Imaizumi.
Kemudian Umar Mita menjabat sebagai presiden kedua organisasi ini.
Mita lahir dengan nama Ryoichi Mita pada 19 Desember 1892, dilahirkan dalam keluarga (prajurit) Samurai Buddha Chofu kota di Yamaguchi, Jepang.
Dia lulus dari College Komersial Yamaguchi Maret 1916, pada usia 24, terlambat lulus dibanding yang lain karena ia sakit. Ia mengunjungi Cina dan belajar bahasa Cina. Ia datang dan berhubungan dengan Muslim Cina bahkan menyukai cara hidup mereka.
Dia terkesan karena ia tidak melihat kehidupan masyarakat seperti di Jepang. Pada tahun 1920, ketika ia berusia 28 tahun, ia menulis sebuah artikel “lslam di Cina” di sebuah majalah Jepang yang disebut “Toa Keizai Kenkyu” (Far-East Riset Ekonomi Journal). Ini adalah dampak pertama Islam atasnya.
Mita banyak mempelajari ilmu agama Islam hingga akhirnya ia mau memeluk agama Islam. Mita juga banyak mempelajari bahasa Arab, dan mempelajari Al-Quran.
Ia bersikeras menerjemahkan al-Quran dalam bahasa Jepang, hingga ingin membuat cetakan terjemahan al-Quran.
Akhirnya pada tanggal 10 Juni 1972, pencetakan terjemahan Al-Qur’an dalam bahasa Jepang telah selesai dan edisi pertama diterbitkan setelah 12 tahun usaha keras.
Tahun ini adalah momen terpenting untuk Mita, pada usia 80 tahun. Dia meninggal pada tahun 1976 pada usia 82, dengan damai dan tenang karena telah menyelesaikan mimpi terindahnya. [hf/islampos/muslimvillage]

No comments:

©