Sunday, 21 October 2012

Tawfiq : Imam-Imam Islam Harus Punya Kemampuan Berbahasa

IDRIS Tawfiq, pengajar Universitas Al-Azhar, mengatakan bahwa akhir-akhir ini kelompok yang fanatik terhadap Islam dengan mudah membuat keributan di seluruh dunia dengan meninggalkan dunia Islam sebagai pelakunya. Yang menyedihkan, para ulama dan cendikiawan muslim gagal memenangkan perang media.
Dalam opini yang dimuat dilaman The Egyptian Gazette, Sabtu (20/10/2012), Tawfiq juga mengatakan bahwa Ini merupakan bentuk kegagalan Muslim untuk menyampaikan pesan ke Barat dalam memberitahu seperti apa Islam sebenarnya.
Selain itu, tawfiq menambahkan bahwa salah satu masalah utama yang dilupakan yaitu Al-Azhar sendiri kehilangan kredibilitasnya di mata warga Mesir dan umat Islam lantaran dianggap sekutu rezim Hosni Mubarak. Suka atau tidak, Al-Azhar tidak lagi didengarkan sehingga meninggalkan kekosongan kepemimpinan dalam dunia Islam.
Mengenai strategi keberhasilan penyampaian pesan Islam, Idris menyarankan agar para imam dari seluruh dunia Islam di kirim ke barat dan kemampuan imam juga harus ditingkatkan terutama kemampuan dalam berbahasa asing diluar bahasa Arab. Dengan penguasaan bahasa asing, ini akan memudahkan pergerakan mereka.
“Di masa lalu, sudah banyak imam yang dikirim, namun hanya sedikit yang bisa berbahasa Inggris dengan baik. Sedangkan hari ini, tantangan sudah berbeda,” kata dia.
Menurut Tawfiq, tantangan itu berasal dari imam sendiri, bagaimana masyarakat mau membela Islam kalau penyampaian dari imam sendiri tidak sampai ke masyarakat.
“Intinya para imam harus berperan sebagai konselor, tokoh masyarakat, guru, humas, juru bicara dan pelobi. Dengan tuntutan seperti itu, mutlak dibutuhkan ketrampilan berbicara di depan umum, keterampilan berkomunikasi dan berbahasa. Untuk mencapai hal itu, tentu membutuhkan sumbangsih dari dunia Islam.” Pangkas Tawfiq. [ns/islampos/antara]

No comments:

©