Thursday, 18 October 2012

Lelakiku …

jejak lelakiDEAR my baby…
Aku tahu kenapa tuhan menakdirkan kau ada di rahimku kembali sesaat setelah kembalinya kakakmu ke pangkuanNya.
Untuk menjadi penguat kami, untuk merekatkan apa yang sempat terserak, dan mengusap duka ketiadaan sebelumnya dengan hebat. Kelak kaulah yang akan mewisuda kami dengan titel strata orang tua, ayah dan bunda atau apalah itu namanya.
Baby…
Sungguh bukan perkara mudah untuk berjuang kembali mempertahankanmu, terkadang ada tangis karena sakit, marah karena kecewa, juga berselimut ketakutan. Itu bukan karena kami tidak mengharapkanmu datang, sama sekali bukan!
Tapi karena kami sayang, karena kekhawatiran terbesar kami adalah takut tidak bisa menjamin kebahagiaan engkau di masa depan karena kekurangan-kekurangan yang kami miliki, membesarkanmu di tengah keterbatasan ilmu kami adalah ujian terberat kemudian.
My baby…
Walaupun wujud engkau yang mungil belum sepenuhnya bisa kupegang dan hanya bisa merasakan tendangan demi tendangan, sikutan demi sikutan,aku merasa kau begitu sempurna di dalam sana, ya! Aku bisa merasakannya!
Bahkan terkadang untuk sedikit mengobati kerinduan, kami selipkan foto hasil USG mu yang hitam putih lagi buram menjadi pembatas bacaan Qur’an..
Oh baby…
Tetapi maaf, maaf jika aku masih seringkali marah atau tiba-tiba menangis karena kecewa dengan kehidupan.
Maaf jika bundamu masih sering mengeluhkan keadaan, karena ternyata engkau pun merasakan perasaan yang sama denganku.
Sungguh, bukan salahmu hadir di dalam kehidupanku, sayang..
Kau suci, kau telah terikat perjanjian dengan Tuhan untuk diamanahkan padaku, dan aku harus menerimanya.
Baby…
Kini aku tahu mengapa engkau ternyata berjenis kelamin laki-laki,
Tuhan begitu baik!
Ternyata menurutNya, aku masih membutuhkan seorang laki-laki lagi setelah suamiku, ayahku, adik laki-lakiku lalu kemudian engkaulah lelakiku, darah dagingku, senyumku yang akan menjadi penyembuh lukaku,yang akan menjadi pembelaku, yang akan menjadi pundakku, yang akan menjadi pelindungku seumur hidupku.
Dear my baby…
Kini aku tinggal menghitung hari menyempurnakan jihadku setelah sembilan bulan mengandungmu.
Dan aku harus tetap bahagia, atas apapun nanti yang terjadi padaku, demi engkau, lelakiku…

Khaira Anisa, Purwakarta

No comments:

©