Thursday, 18 October 2012

Guru Cukur Rambut Muridnya Karena tak Berjilbab


DUA pelajar dicukur rambut oleh gurunya karena tidak memakai jilbab ketika sekolah. Insiden ini berlangsung pada hari Rabu (17/10/2012) di desa Quma, provinsi Luxor, sekitar 500 kilometer sebelah selatan Ibu Kota Kairo, Mesir.
Menurut laporan dari stasiun televisi Al-Arabiya, Kamis (18/10/2012), Berbesh Khairi el-Rawi, orangtua dari salah satu pelajar tersebut, mengatakan bahwa guru itu menyuruh anaknya juga seorang rekannya berdiri di depan kelas selama dua jam dengan kedua tangan di atas kepala.
Khairi juga mengatakan kepada kantor berita Associated Press, setelah kejadian itu ia langsung melapor ke kantor kejaksaan Luxor. Namun dia menolak berkomentar lebih jauh karena pembahasan soal konstitusi juga masih alot terkait isu peran Islam dalam kehidupan bernegara.
Peristiwa ini berlangsung di tengah kecemasan kelompok Islam moderat dan kaum liberal soal kebebasan individu setelah Presiden Muhammad Mursi berkuasa.
Iman Abu Bakar, guru yang memotong rambut muridnya tersebut mengungkapkan kepada surat kabar Al-Ahram, bahwa dia memotong rambut dua muridnya itu tidak lebih dari dua sentimeter. Hukuman itu diberikan setelah dia berkali-kali memperingati dua anak didiknya itu untuk berjilbab.
Pihak kejaksaan menolak berkomentar. Izzat Saad, gubernur provinsi Luxor, membenarkan lantaran perbuatannya itu, Iman sudah dipindahkan.  Sementara itu, Ziad Abdil Tawab dari Lembaga Hak Asasi Kairo menilai insiden itu sebagai peringatan, namun bukan sebuah kejutan.
“Di sekolah atau di luar sekolah, segala penganiayaan dengan alasan buat melindungi nilai-nilai Islam dibolehkan,” ujar Saad. [ns/islampos/merdeka]

No comments:

©