Thursday, 18 October 2012

Bermental Maling, Prajurit Israel Rampok Palestina

TEL AVIV (SuaraMedia) - Kembali terjadi kasus pencurian oleh prajurit Brigadir Givati. Prajurit Israel tersebut didakwa pada hari Senin atas perampokan saat operasi IDF di Tepi Barat. Dakwaan tersebut merupakan yang kedua yang dituduhkan kepada prajurit perang Givati yang melakukan pencurian terhadap Palestina.
Insiden tersebut terjadi pada bulan November 2008, dan telah di bawah penyelidikan untuk beberapa bulan. Dua prajurit yang diduga oleh penyidik telah masuk ke sebuah rumah di desa Beit Furik dan telah mengambil uang mereka di sana.
Minggu lalu dua prajurit ditangkap, tetapi satunya dilepas setelah penyidik menemukan dia tidak terkait dengan kejahatan. Temannya mengakui tuntutan tersebut dan berkata dia telah mencuri NIS 500 ($ 125), yang kemudian dihamburkan untuk berfoya-foya.
Dakwaan terhadap tentara tersebut, yang akan dikeluarkan dari tentara, juga menuntutnya atas tindakan yang mengganggu penyelidikan dengan berusaha meyakinkan kepada temannya untuk tidak memberitahukan kepada penyidik apa yang terjadi. Polisi militer telah diminta untuk melanjutkan penangkapan sampai berhentinya proses hukum terhadap dia.
Para pengacara prajurit tersebut mengatakan kepada penyidik menggunakan cara yang tidak sah secara hukum dalam menginterogasi kliennya. Hal tersebut dilakukan agar mendapatkan pengakuan kliennya dan menolak hak untuk perwakilan baginya.
Dakwaan ini adalah yang kedua yang dijatuhkan terhadap prajurit Givati atas pencurian dalam waktu satu bulan. Sebelumnya seorang prajurit dari pasukan mengakui mencuri NIS 1600 ($ 400) dari kartu kredit dia curi dari orang Palestina selama Operasi Cast Lead di Jalur Gaza.
Pada bulan lalu, pengadilan militer Komando selatan IDF melakukan penangkapan seorang prajurit Brigade Givati karena tindakan pencurian ketika Israel melakukan operasi militer baru-baru ini di Gaza.
Prajurit tersebut diduga melakukan pencurian kartu kredit dari rumah Palestina bersama dengan prajurit lainnya. Dia kemudian menggunakannya untuk membeli barang seharga NIS 1600 ($ 388). Penangkapan mereka pertama kali dilaporkan oleh Kantor Berita Ynet.
Prajurit yang terdakwa tersebut kemudian mengaku bersalah atas tuntutan terhadap dirinya selama investigasi, jaksa penuntut militer bermaksud untuk menuduh dia dalam beberapa hari.
Orang Palestina pertama yang mengeluhkan hilangnya kartu kreditnya pada tanggal 14 April, tiga bulan setelah operasi Gaza berakhir. Keluhan yang mengatakan bahwa kartu telah menghilang dari rumah di sebelah utara Jalur Gaza, dan bahwa para pemilik bahwa beberapa waktu kemudian dia telah ditagih untuk pembelian yang dilakukan di Israel.
Keluhan yang tersebut memicu oleh penyelidikan polisi militer, dan sebuah laporan rahasia telah diserahkan kepada hakim tepat sebelum dua prajurit tersebut ditangkap. Pejabat kepala mengatakan penyelidikan masih berlangsung, dan mungkin melibatkan prajurit dan sipil lainnya.
Brigadir Givati pada dasarnya berfungsi sebagai kekuatan amfibi dan merupakan salah satu angkatan darat dalam Angkatan Pertahanan Israel. Prajurit Givati dikenal dengan baret ungu. Simbol dari Brigade tersebut merupakan rubah. Mereka berpartisipasi dalam Perang Gaza Desember lalu, yang memiliki kode nama Operation Cast Lead.
Sungguh ironis bahwa sebuah kasus kehilangan sejumlah $ 400  diselidiki secara serius oleh pemerintah Israel, sedangkan kasus kejahatan perang yang telah memakan banyak nyawa tak berdosa, sekaligus pelanggaran hak asasi manusia justru belum menunjukan hasil yang signifikan. Padalah, kerugian yang dialami tentunya tidak mungkin lebih kecil dari $ 400. (iw/yn)

No comments:

©