Tuesday, 23 October 2012

Apakah Di Wajahnya Ada Cap Tidak Beriman?


islampos.com—DALAM peperangan menghadapi orang  kafir, Umar bin Khatab berhasil menjatuhkan musuhnya. Ketika Umar  mengangkat pedang untuk membunuhnya, orang kafir itu mengucap kalimat syahadat. Namun oleh Umar tidak diperdulikan. Orang kafir itu tetap dibunuhnya.
Peristiwa ini dilaporkan  oleh para sahabat kepada Nabi saw. umar dipanggil dan ditanya, “Benarkah engkau membunuh orang kafir yang telah mengucapkan kalimat syahadat?”
Umar tergagap berdalih, “Betul, sebab ia menyatakan keislamanya  sekedar melindungi nyawanya belaka.”
Muka Nabi merah padam dan menegur keras, “Umar, apakah diwajah orang itu ada cap yang mengatakan  bahwa ia tidak beriman? Jangan kauulangi lagi perbuatan semacam itu. Engkau tidak dapat membaca hati orang lain. Siapa tahu hidayah justru turun kepadanya pada saat itu?”
Umar amat menyesali kecerobohannya dan  berubah menjadi panglima perang yang paling pemaaf. Jadi, tidak benarlah bahwa Islam ditegakan dengan pedang!
Bacalah surat Al-Baqarah ayat 256 yang berbunyi, “Tidak ada paksaan dalam agama. Sudah jelas antara petunjuk yang benar daripada kesetanan.”
Ayat ini ditrunkan ketika seorang bekas pemeluk agama Yahudi  bernama Al-Hussain datang kepada Nabi mengadukan kedua anaknya bersikeras tidak mau masuk Islam walaupun telah dianjurkannya.
Al-Hussain bertanya, “Apakah boleh saya paksa kedua anak saya itu dengan kekerasan agar bersedia menjadi Muslim?”
Nabi menjawab,  “Tidak. Tidak paksaan dalam agama.”
Malah paman beliau sendiri Abu Thalib, sampai pada detik-detik akhir hayatnya tetap tidak diganggu-gugat kepercayaannya. Ia dibiarakan dalam keadaan muslim karena sudah diajak berulang-ulang, tidak mau juga.
Itulah sebabnya dalam surat Al-Kafirun Allah menegaskan, “Katakanlah. Hai kaum kafir. Aku takkan menyembah yang kau sembah. Dan kalian tak perlu menyembah yang kusembah.”
Di ujung surat, ayatnya berbunyi, “Bagimu agamamu dan bagiku agamaku.” [sumber:  30 Kisah Teladan, Aburrahman Ar-Raisi, Penerbit Rosda Karya]

No comments:

©