Friday, 26 October 2012

Antara Sanksi Amerika dan Minyak Iran


INI TENTANG sanksi Amerika terhadap Iran, apapun itu—Minyak, Nuklir, dan perang. Pada awal 2012, Amerika dan Uni Eropa memang telah menjatuhkan sanksi ilegal terhadap minyak dan sektor perbankan Iran demi menekan Republik Islam terkait program energi nuklirnya. Washington, Israel dan beberapa sekutu mereka mengklaim bahwa program nuklir Iran memiliki tujuan militer.
Tidak terima, Iran pun membantah tuduhan tersebut dengan alasan bahwa sebagai penandatangan Perjanjian Non-Proliferasi dan anggota Badan Energi Atom Internasional, Iran berhak menggunakan dan mengembangkan teknologi nuklir untuk tujuan damai.
Juru Bicara Departemen Minyak Iran Alireza Nikzad-Rahbar mengatakan Republik Islam akan membalas sanksi Barat. Dia menambahkan bahwa minyak mentah Iran sangat diperlukan oleh pasar energi dunia.
“Produksi minyak di Iran cukup menguntungkan. Dan jika negara-negara Barat memperberat sanksi mereka maka Iran akan membalasnya dengan memboikot supply minyak ke Barat. Masyarakat  Barat sendiri adalah konsumer utama minyak, ” Nikzad mengatakan pada hari Rabu (25/10/12).
“Dunia tidak bisa berjalan tanpa minyak Iran. Meski negara kita tengah menjalani sanksi tapi  minyak mentah Iran telah memiliki pelanggan sendiri di dunia,” ujar Nikzad.
Statistik resmi yang diterbitkan oleh Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) menunjukkan bahwa produksi minyak Iran mencapai 3,75 juta barel per hari pada bulan Agustus lalu. Sementara badan-badan lain  menyatakan bahwa produksi minyak Iran yang sebenarnya hanya mencapai 2,72 juta barel per hari.
Namun yang jelas terlepas dari kekayaan minyak Iran, sanksi Amerika terhadap negara Syi’ah itu sampai dengan kini telah membuktikan bahwa tidak sama sekali berpengaruh terhadap Iran. Iran masih terus mengembangkan nuklirnya, dan lebih dari itu pernyataan perang yang selama ini Amerika gembor-gemborkan terhadap Iran belum pernah terjadi dan Iran pun tetap melenggang bebas.
Sekali lagi ini adalah cerita besar dibalik skenario dan rekayasa mereka, karena Iran yang Syi’ah itu adalah sekutu Amerika dan orang-orang pun telah mulai tahu tentang itu. [nr/islampos/it]

No comments:

©