Wednesday, 24 October 2012

Ada Yang Lebih Bahaya Dari JIL



JARINGAN Islam Liberal (JIL) hanyalah bagian kecil dari kelompok liberalisme di Indonesia. Masih banyak elemen yang lebih berbahaya dari JIL. Demikian dikatakan Artawijaya, pengarang #IndonesiaTanpaLiberal dalam bedah bukunya di AQL, Jakarta, Ahad lalu.
“Ada yang namanya Aliansi Kebangsaan danKebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB), The Wahid Institute, Freedom Institute, Ma’arif Institute,” tandasnya yang kerap berdialog dengan kelompok liberal.
Ia menambahkan JIL tergolong minoritas dalam pergerakan liberalisme di Indonesia.
“Tapi dengan dukungan dari luar mereka terlihat besar,” tandasnya.
Minimal ada tiga elemen yang mendukung besarnya JIL. Pertama, adalah founding asing. Kedua, media massa secular. Dan ketiga, advokasi internasional
“Jadi JIL dengan segelintir orang minoritas dan mendapat resistensi besar dari umat Islam, tapi gaungnya demikian kuat karena tiga kekuatan tadi,” sambung mantan wartawan Sabili ini.
Contohnya saja bagaimana televisi nasional hampir seluruhnya menyuarakan kelompok-kelompok liberal dengan menstigmakan kelompok-kelompok Islam. Media juga menggiring untuk memperkenalkan beberapa istilah kepada umat Islam seperti Islam Fundamentalis, Islam Garis Keras, Islam Radikalis dan lain sebagainya.
Istilah Islam liberal sendiri menurutnya bermasalah. Karena terminologi ini tidak pernah dikenal dalam Islam.
“Islam itu tidak liberal, liberal juga bukan Islam,” tegasnya. (Pz/islampos)

No comments:

©