Sunday, 2 September 2012

Kecenderungan Politik Seseorang Terungkap Melalui Mata



Sebuah studi menunjukkan bahwa kaum liberal lebih cenderung responsif mengikuti gerakan mata orang lain dibanding kaum konservatif.
Manusia biasanya menanggapi “isyarat tatapan”, atau arah yang sedang diperhatikan orang lain secara sepintas, sekedar melihat apa yang sedang menarik perhatian orang lain. Sebuah studi yang akan diterbitkan dalam edisi mendatang dari jurnal Attention, Perception & Psychophysics, menemukan bahwa kaum liberal merespon jauh lebih kuat untuk isyarat seperti ini daripada kaum konservatif.
Seorang psikolog di University of Nebraska, Lincoln – Michael Dodd – temuan ini adalah yang terbaru dalam serangkaian penelitian mengenai bagaimana perbedaan antara kaum liberal dan kaum konservatif dalam merespon tatapan secara biologis.
“Di berbagai tugas, kami mulai menemukan pola yang konsisten dimana kaum konservatif lebih responsif terhadap ancaman dan perasaan jijik, lebih responsif terhadap wajah marah, dan kurang sensitif terhadap tatapan daripada kaum liberal,” tulis Dodd dalam sebuah e-mail kepada Livescience.com. “Orang-orang liberal, di sisi lain, terbukti lebih responsif terhadap rangsangan positif, lebih responsif terhadap wajah bahagia, dan lebih sensitif terhadap tatapan.”
Studi ini melibatkan 72 mahasiswa yang duduk di depan layar komputer yang menampilkan berbagai gambar wajah. Para relawan diminta untuk menatap wajah-wajah yang muncul di komputer, namun diberitahu bahwa wajah itu tidak relevan.
Awalnya, wajah tidak memiliki pupil, tetapi tak lama setelah percobaan dimulai, pupil-pupil akan muncul dan mulai bergerak ke kiri atau kanan. Setelah itu, gambar target muncul di kedua sisi kiri atau kanan layar, tidak berhubungan dengan sudut pupil. Tugas sukarelawan kemudian adalah menekan tombol spasi tiap kali mereka melihat gambar target muncul.
Meskipun diberitahu untuk mengabaikan wajah, para peserta umumnya 10 sampai 15 milidetik lebih cepat dalam menanggapi saat pupil tampak terlihat di tempat di mana gambar target akan muncul. “Itu hasil standar dan tidak begitu mengejutkan,” kata Dodd. Tetapi ketika para peneliti membagi siswa dengan keyakinan politik mereka, mereka menemukan bahwa kaum liberal menanggapi 20 milidetik lebih cepat untuk merespon tatapan daripada kaum konservatif, yang tidak menunjukkan indikasi bahwa wajah tatapan mempengaruhi mereka.
Ada beberapa penjelasan yang mungkin bagi hasilnya, kata Dodd. Salah satu kemungkinan adalah bahwa kaum liberal lebih empati, dan dengan demikian menjadi lebih responsif terhadap orang lain. Teori lain adalah bahwa kaum konservatif lebih baik dalam mengikuti petunjuk, dan dengan demikian lebih mungkin untuk mendengarkan ketika para peneliti mengatakan untuk mengabaikan wajah.
Dodd dan rekan-rekannya percaya bahwa penjelasan yang lebih mungkin adalah bahwa nilai otonomi pribadi kaum konservatif lebih besar daripada kaum liberal, membuat mereka cenderung kurang bisa untuk dipengaruhi orang lain.
Hasilnya saling berkorelasi, yang berarti tidak ada cara untuk mengetahui apakah kecenderungan Anda untuk memperhatikan orang lain mempengaruhi keyakinan politik Anda, atau apakah keyakinan politik mampu merubah perilaku.
“Kedua kemungkinan ada,” kata Dodd. “Saya cenderung berpikir bahwa kemungkinan dasar kognitif yang bias mempengaruhi bagaimana Anda memproses dunia, membuat Anda mencari cita-cita liberal atau konservatif.”
Para peneliti kini menganalisis data dari penelitian serupa yang dilakukan pada sampel relawan yang lebih beragam. “Nebraska cenderung konservatif”, kata Dodd. Jadi masih harus dilihat apakah hasilnya akan berlaku untuk daerah yang cenderung liberal.
“Saya pikir, hal penting yang bisa diambil dari penelitian ini adalah bahwa adanya sepotong bukti biologi yang dapat mempengaruhi temperamen politik,” kata Dodd. “Saya tidak berpikir itu adalah sebuah pengaruh tunggal, tetapi merupakan bagian penting dari teka-teki yang tidak boleh diabaikan.” (LiveScience.com)

No comments:

©