Sunday, 29 April 2012

kisah naruto (versi islam)



Pukul 06.00 pagi, Desa Konoha. Semua orang lagi siap-siap buat shalat ied. Shalat ied akan diselenggarakan di Masjid Raya Ash-Shinobi jam 07.00 pagi. Kediaman keluarga Yondaime Hokage berisik sekali, meskipun penghuninya cuma bertiga (Minato, Kushina, en Naruto). Maklum, rumah masih berantakan karena pembantunya mudik.

Pukul 06.30, keluarga itu sudah keren dengan baju baru mereka. Namanya juga lebaran, waktunya pamer baju baru… Minato pakai baju koko warna putih lengkap dengan sorban hijau yang dilingkarkan di lehernya, plus peci hitam di kepalanya (Hokage harus jaim nih!). Kushina keliatan cantik dengan setelan baju Muslim warna biru muda yang manis plus kerudung. Setelah itu mereka maaf-maafan.

Sementara itu, di rumah Tsunade… Juga lagi maaf-maafan sama teman2nya. Pertama, sama sohib2nya sesama Sannin, Jiraiya dan Orochimaru. Setelah itu, dia minta maaf sama asisten setia, Shizune. "Shizune, maafin aku ya… aku udah sering semena2 sama kamu…," kata sang Godaime khidmat. "Iya kakak… Asal semua utang kakak dilunasin, aku maafin deh!" kata Shizune usil. CTAAAKZ! Sebuah jitakan sukses mendarat di kepalanya Shizune. "Dasar, pagi-pagi udah ngingetin soal utang!" runtuk Tsunade.

Di rumah keluarga Nara, Shikaku dan istrinya sibuk membangunkan putra semata wayang mereka, yaitu Shikamaru (disingkat Shika dalam cerita ini). "Shika… bangun dong! Udah siang nih!" seru Shikaku di depan ranjang Shika. Shika sendiri pura-pura enggak denger. " Shikamaru! Cepet bangun!" bentak ibunya. Shikamaru tak bergeming. Tiba-tiba Shikaku punya ide. "Shika, bangun dong. Kan habis shalat Ied dapat banyak THR dari mama, papa, tetangga2 dan sodara" pancing Shikaku. Pancingan langsung berhasil, Shikamaru langsung lompat dari tempat tidur.

Kita pindah ke keluarga Hyuuga. Mereka yang sudah bersiap dari tadi sekarang lagi dalam acara bebas, kecuali Hiashi, yang lagi ngurus pembayaran zakat fitrah. Tiba-tiba, Hinata nanya sama Neji. "Saya udah keren belum? Kira-kira naruto bakal ngelirik saya gak ya?" tanya Hinata. "Iya dong… kamu kan adekku yang paling cakep, ramah, menarik (really?), gaul (I don't think so), dan funky (ah, masa?), pasti Naruto mau ngelirik kamu… Eh, ngomong-ngomong, Tenten bakal ngelirik aku enggak ya?" tanya Neji.
“Pasti dong!  keren banget!" seru Hinata girang sambil mengacungkan jempolnya.

Kita pindah ke rumah Kakashi. Kakashi yang selalu pake topeng ini lagi bingung, mau pake masker apa enggak. "Pake enggak yah… pake, enggak… Pake, enggak… Aduuh, aku bingung!" teriak Kakashi frustasi. Dia mengambil hapenya, mau nelpon si Guy, sohibnya yang norak itu. Tapi dia mikir lagi. Kalo nelpon si Guy, pasti dia disuruh buka. Akhirnya dia putuskan untuk menghitung kancing baju koko-nya.
"Pake, enggak. Pake, enggak. Pake, enggak. Pake, enggak!" seru Kakashi. Akhirnya, enggak dipake-lah maskernya itu… Cewek sedunia pasti girang, bisa melihat wajah asli Kakashi.

Akhirnya… semua orang berkumpul di Masjid Raya Ash-Shinobi. Imam shalat ied kali ini adalah Ust. Maulana (nah lo! Dari mana ustadz ini muncul), dai yang terkenal dengan ucapan ALHAMDU..LiILLAH itu lho…

Di tengah perjalanan ke masjid, Minato disapa sama seorang cowok berambut perak jabrik yang matanya ditutup sebelah.
"Pak Minato! Waah, formasi lengkap ya!" sapa Kakashi ramah. Yang disapa bengong. "Kamu siapa?" tanya Minato heran.
"Ane Kakashi, murid Bapak!" seru Kakashi. Setelah sadar, Minato ngakak. "Sori Kakashi! Saya gak mengenal kamu tanpa masker!" ujar Minato sambil ketawa.
"HAAAAAAAH? INI KAKASHI-SENSEI?" teriak lima orang cewek disebelah Kakashi kaget. Sakura, Ino, Tenten, Hinata, en Temari melongo ngeliatin Kakashi. Kakashi yang ngerasa enggak enak diliatin kayak gitu langsung ngomong. "Iyaaa, ini saya! Emang kenapa sih?" tanya Kakashi. Cewek2 itu langsung bisik-bisik.
"Saya kira bibirnya sumbing!" bisik Sakura. "Saya kira giginya ompong!" bisik Hinata. "Saya kira idungnya kayak Voldemort!" bisik Tenten. ”Enggak taunya… cakep juga” seru cewek-cewek itu.

Shalat ied akhirnya selesai, sekarang Ust. Maulana lagi ceramah. "Jamaaah...ooo jamaah..Para saudara-saudari ninjaku… Ayo kita berdamai dengan sesama… jangan saling bunuh-bunuhan dan serang-serangan lagi" kata Ust Maulana. Para Genin dan Chuunin yang ada konsentrasinya udah kemana-mana, tidak konsen mendengarkan ceramah lagi! Chouji lagi mikirin makanan-makanan enak. Shikamaru lagi memikirkan duit THR. Naruto lagi main hape. 5 Kunoichi yang tadi lagi ngomongin Kakashi juga ikut-ikutan berisik.

“Heeeh.. Kalian apa-apaan sih! Bisa diam gak, saya lagi dengarin ceramah nih!” bentak Itachi panas. Lalu Tsunade nimbrung: “Anak kecil jangan pada ngobrol! Dengerin tuh ceramah Ust Maulana”

Shalat ied benar-benar selesai. Para Shinobi yang udah selesai ngelipet mukena en sarung en sajadah maaf-maafan sama temennya. Tiba-tiba dari barisan bapak-bapak terdengar suara keras."Huwaa Maafin saya my fren, maaf lahir bathin!" teriak Orochimaru sambil nangis. "Maafin saya juga sahabat, hiks.. hikss!" balas Jiraiya, enggak kalah kenceng sama Orochi. Sannin… berpelukaaan! (Persis kayak teletubbies!). Semua orang sekarang nonton 2 sannin yang lagi tangis-tangisan ini. "OVERACTING!" teriak semua orang, koor. Tsunade yang melihat kedua sohibnya jadi gila gitu langsung balik badan, dan bilang, "Hyaaaaaa… MEMALUKAN!"

Karena keluarga Naruto adalah keluarga Hokage, mereka jadinya nggak muterin tetangga, tapi disamperin. Kushina sekarang lagi memanaskan kuah opor. Tiba-tiba hape Minato bunyi dan terima pesan berbunyi:
From: Godaime Hokage
HATI-HATI THD KELUARGA AKAMICHI! KALO MRK DTG KE RMH ANDA, SEMUA PERSEDIAAN MKNAN KLUARGA ANDA AKAN DIHABISKAN OLH MRK! BEWARE!
Minato langsung khawatir, padahal keluarga Akamichi lagi jalan ke arah rumah mereka! Refleks Minato langsung menutup jendela dan pintu dan menaruh papan bertuliskan 'CLOSED' di depan pintu rumah kayak toko-toko yang tutup pas lebaran.

"ASSALAMU'ALAIKUM… PERMISI PAK HOKAGE…" Oh my God, minato langsung menyuruh istri dan anaknya ngumpet di meja makan. "PERMISI PAK YONDAIME HOKAGE… ANYBODY HOME? PERMISI!" Akamichi Chouza teriak-teriak di depan rumah Minato.

Chouza menatap istri dan putranya, "Ma, Chouji, kayaknya Yondaime Hokage lagi pulang kampung nih. Kemana ya?? Padahal dia asli konoha. Langsung ke rumah keluarga Sandaime aja yuk!" ajak Chouza. Tiba-tiba Chouji dapet ide. "Ma, Pa, gimana kalo pintu rumahnya Chouji dobrak aja pake 'Nikudan Shensha'-nya Chouji aja!"
“Ya ampun Chouji! Gak sopan hancurin pintu rumah orang! Gimana tho kamu?" Mama Chouji mulai marah-marah. "Udah lah ma… kita jalan ke rumahnya Sandaime aja deeh! Yuk, Chouji!" Akhirnya keluarga Akamichi nyerah.

Minato, Kushina, en Naruto keluar dari bawah meja dan membuka pintu dan jendela rumah mereka lagi. "Pa, tadi kenapa kita pake ngumpet segala?" tanya Kushina dan Naruto heran. Minato mengacungkan hapenya. "Niiiih, baca SMS yang dari Tsunade!"

No comments:

©